Rabu, 18 Desember 2013

Laporan Visit Hotel Tahun ke-2 di Bali






Kata Pengantar
          Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan YME,atas karunianya telah memberikan rakhmat dan hidayah-Nya sehingga laporan ini dapat terselesaikan dengan baik.  memberi kesempatan dan kelancaran dalam melaksanakan tugas kami serta kewajiban kami sebagai Mahasiswi dan Mahasiswa Akademi Pariwisata Majapahit visit hotel tahun ke dua yang dilaksanakan di Bali.
pada tanggal 17-21 November 2013
Adapun Visi dan Misi nya yaitu : untuk mengetahui klasifikasi hotel berbintang sesuai standarisasi Internasional,mengadakan perbandingan dan mempererat relasi sesama Insan Pariwisata di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua.
Setelah menyelesaikan tugas kami,banyak hal yang bisa kami dapat didalamnya,terutama lebih bisa membedakan hotel bintang 2,3,4, dan 5.
lebih semakin mengenal dunia perhotelan dan fasilitas,standarisasi Hotel,dan klasifikasi lainnya.
Tak lupa pula saya ucapkan terimakasi kepada Bapak Juwono Saroso selaku ketua yayaan Kampus Akademi Pariwisata Majapahit,yang telah mendukung study Tour kami.
Terimakasih kepada Bapak Paul selaku ketua Prodi Perhotelan di Akademi Pariwisata Majapahit,dan Dosen Dosen lainnya yang juga berpengaruh penting dalam kelancaran Study Tour kami.
Terimakasih juga kepada teman teman D3 Perhotelan reguler,baik semester 3 dan semester 1. Kekompakan dan kesaudaraan selama Study Tour,juga merupakan faktor utama dalam kelancaran kegiatan ini.kerjasama yang luar biasa.








Penulis
Choirun Nisa
Pendahuluan
Visi :
a.       Melatih kemandirian dalam bidang perhotelan.
b.      Melatih kebiasaan diri sendiri.
c.       Mengembangkan minat bakat diri sendiri.
d.      Memberikan wawasan dan pengetahuan yang luas.
e.       Membuka inovasi-inovasi yang baru.
Misi :
a.       Dapat membedakan hotel dari peringkat nya.
b.      Dapat membedakan hotel bisnis dan hotel resort.
c.       Mengetahui pelayanan yang baik terhadap customer.
d.      Membuka pikiran individu bahwa pariwisata bukan kegiatan negatif.
Tujuan kegiatan :
a.       Mengetahui bahwa kegiatan pariwisata itu di dukung oleh fasilitas-fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pemeritah, dan pengusaha.
b.      Untuk mempromosikan daerah wisata tersebut.
c.       Untuk mengetahui kegiatan pariwisata tersebut bukan hanya tempat wisata melainkan sebagai tempat membuka bisnis atau membuka peluang bekerja.

Bentuk Kegiatan
f.       Kunjungan ke STP NUSA DUA BALI
g.      Kunjungan ke hotel bintang 2
h.      Kunjungan ke hotel bintang 3
i.        Kunjungan ke hotel bintang 5 bisnis
j.        Kunjungan ke hotel bintang 5 resort
k.      Kunjungan ke wisata pantai
l.        Kunjungan ke wisata penyu paradise

    II.            Jadwal Kegiatan
Hari
Waktu
acara
start
finish
durasi
17 nov 2013
14.00
15.00
60'
persiapan keberangkatan di tempat penjemputan
15.00
19.05

berangkat menuju pulau dewata Bali
19.15
20.15
60'
makan malam di rumah makan utama raya
23.05
01.15

proses penyebrangan
01.35
02.00

proses perijinan dll
18 nov 2013
05.30
06.30
60'
sanur ( pantai matahari terbit)
06.05
07.00
55'
sunrise di pantai sanur
07.10
08.50
100'
transit mandi,makan pagi di desa budaya kertalangu
10.30
11.30

kunjungan hotel aston
12.00
13.00

makan siang di sajikan dalam kemasan
13.00
14.00

kunjungan di sekolah tinggi pariwisata bali
14.00
14.40
60'
menuju pantai pandawa
14.40
16.00

pantai pandawa
17.30
18.30

check in hotel
19.00
20.00

makan malam
19 nov 2013
07.00
08.15
75'
breakfast di hotel
09.30
10.30

kunjungan ke hotel sanur paradise
11.15
12.15

kunjungan ke hotel sanur beach
13.00
14.00

makan siang 
15.00
16.00

kunjungan di travel astina
16.30
18.00

krisna
18.15
20.00

makan malam di hotel
20 nov 2013
07.00
08.00
75'
breakfast di hotel
09.00
10.00

kunjungan hotel besaki
11.00
13.00

joger
13.40
14.40

makan siang
14.40
15.45

danau bedugul
15.45
16.15

check out hotel
16.15
-

menuju surabaya
21 nov 2013
18.30
19.30
60'
makan malam di rumah makan bidadari 2

-
20.00

melanjutkan perjalanan ke surabaya

5.45
-

di perkirakan tiba di surabaya


 III.            Sasaran kegiatan
a.       STP Nusa Dua Bali
b.      Hotel bintang 2
c.       Hotel bintang 3
d.      Hotel resort
e.       Hotel bisnis
f.       Pantai pandawa
g.      Pantai benoa
h.      Sanur beach sunrise
i.        Joger
j.        Danau bedugul
k.      Kunjungan pantai penyu paradise




1.Sejarah Bali
Hari pertama kami berangkat dari Kampus (Akademi Pariwisata Majapahit) jam 16.00pm dengan menggunakan travel by Karisma Travel. Dengan Bus berkapasitas kurang lebih 35 orang.
Sejak pertama keberangkatan kami dengan membawa tujuan yang sama,kami baik dari semester 3 dan 1 sudah menunjukkan kekompakan serta keakraban.
Puji syukur Alhamdulillah selama diperjalanan kami rombongan tidak mengalami hambatan sama sekali. Hingga sampai tiba di Pulau Dewata sekitar pukul 08.00am.
pagi itu,kami transit mandi,makan pagi di desa budaya kertalangu
Breakfast dengan buffet service /prasmanan .
Kami disambut hangat oleh penduduk Bali asli terlebih lagi dengan Tour Leader kami bernama Pak Ketut,beliau yang memandu kami selama Tour di Bali, beliau lahir di Denpasar 28 Juni 1950.
Salain tujuan kami Visit hotel,tidak menutup kemungkinan kami juga banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan sejarah Bali.


Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya orang-orang Hindu dari India pada 100 SM.

Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India, yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, diantaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa.

Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293–1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis, dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.

Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen, yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain. Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur, dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai mati atau puputan, yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.

Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II, dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali ‘pejuang kemerdekaan’. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.

Pada 20 November 1940, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya, dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.

Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949.Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.

Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian di masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.

Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing, dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.


Kampoeng Kertalangu Bali

Desa Kertalangu adalah sebuah desa wisata di Bali yang terletak di  jalan by-pass I Gusti Ngurah Rai Denpasar, wilayah Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Provinsi Bali. Desa wisata ini berdiri diatas lahan sekitar 88 hektar dan di kelilingi oleh sawah serta kebun yang subur menghijau alami.  Sejuk tenang dan damai adalah suasana yang akan di dapatkan para wisatawan saat  berkunjung ke Desa Kertalanggu. Area persawahan yang luas akan menyejukan mata memandang di tengah suasana perkotaan Denpasar.
Kawasan wisata Desa Kertalanggu ini mulai di ritis pembangunannya pada tahun 2007, tujuan awalnya adalah untuk membangun  sebuah destinasi alternatif untuk mengobati penatnya suasana perkotaan. Melalui walikota Denpasar maka di buatlah terobosan untuk mempertahankan sebuah kawasan yan berisi areal pedesaan di tengah perkotaan. Hal yang kemudian di respon positif oleh pengunjung dengan banyaknya pengunjung yang datang berkunjung.

2.Kunjungan STP Nusa Dua Bali
            Kunjungan pertama kami langsung menuju Sekolah Pariwisata Nusa Dua Bali.
kami disambut dengan hangat dan ramah oleh teman teman Mahasiswa di STP Nusa Dua Bali.
Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali adalah salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif republik Indonesia. Berdiri sejak tahun 1978, dengan bantuan United Nation for Development Program (UNDP), STP Nusa Dua Bali tetap konsisten menjaga reputasinya sebagai sumber utama penghasil sumber daya manusia berkualitas di bidang pariwisata dan perhotelan.
Kegiatan pendidikan dan latihan di STP Nusa Dua Bali didukung oleh 143 orang dosen tetap yang berkualifikasi S2 dan S3 serta berpengalaman di bidangnya. STP Nusa Dua Bali memiliki fasilitas pembelajaran yang sangat lengkap dan modern serta menerapkan kurikulum berbasis kompetensi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dari industri pariwisata.
Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali memiliki berbagai fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan kegiatan lainnya. Berbagai fasilitas tersebut diantaranya :
  • Luas kampus 18 hektar
  • Seluruh ruangan kuliah dilengkapi dengan ruang ber-AC dan perangkat multimedia
  • Perpustakaan dengan koleksi buku lengkap dan dari American Hotel and Lodging Association (AHLA)
  • Gedung laboratorium komputer 3 lantai dengan masing-masing 30 unit komputer terbaru
  • Laboratorium bahasa yang dilengkapi perangkat komputer dan multimedia
  • Tiga buah restoran, bar dan dapur praktek serta laundry
  • Hotel dan spa berstandar bintang 4
  • Free internet hot spot
  • Fasilitas olahraga : GOR, lapangan sepakbola, tenis, bulutangkis, volly, basket, futsal, dan lainnya
  • Gedung Widyatula (MICE), gedung aula, parkir luas
  • Dan berbagai fasilitas lainnya
Sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata saat ini baik dalam maupun luar negeri maka Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali membuka berbagai pilihan program studi mulai dari program Diploma II, Diploma III, Diploma IV dan Strata 1. Program Studi yang ada di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali diantaranya :
  • S1 - Bisnis Hospitaliti (BHP)
  • S1 - Destinasi Pariwisata (DPW)
  • DIV - Administrasi Perhotelan (ADH)
  • DIV - Manajemen Kepariwisataan (MKP)
  • DIV - Manajemen Akuntansi Hospitaliti (MAH)
  • DIV - Manajemen Bisnis Perjalanan (MBP)
  • DIV - Manajemen Konvensi (MICE) dan Perhelatan (Event) (MKH)
  • DIII - Manajemen Divisi Kamar (MDK)
  • DIII - Manajemen Tata Boga (MTB)
  • DIII - Manajemen Tata Hidangan (MTH)
  • DIII - Manajemen Perhotelan (MPH)
  • DIII - Manajemen Spa (MSP)
  • DII - Kantor Depan (KD)
  • DII - Tata Graha (TG)
  • DII - Tata Hidangan (TH)
  • DII - Tata Boga(TB)
  • DII - Spa (SP)


3.Hotel Aston
            Tepat pukul 13pm kami berkunjung di Hotel Grand Aston Bali yang letaknya di jln Pratama No 68X Tanjung Benoa Nusa Dua 80363 Bali. Dalam kunjungan ini kami banyak mendapatkan ilmu serta pengetahuan tentang fasilitas yang ada diHotel tsb dan dengan sesi Tanya jawab kami di Ballroom bersama salah satu staff HRD Hotel.

4.Kunjungan Tanjung Benoa
Kunjungan berikutnya kami menuju tanjung Benoa .Tanjung Benoa adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Tanjung Benoa merupakan tempat wisata di Bali yang terkenal akan pantainya. Tempat ini juga merupakan sarana wahana air seperti banana boat, scuba diving, surfing, dll. Selain itu, terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu tempat hidup seekor kura-kura, ular, jalak bali, dan sebagainya.
5.Kunjungan Pantai Pandawa
            Kecamatan Kuta selatan , Kabupaten Badung. Berjarak kurang lebih 3 km dari kawasan Wisata Nusa dua dan dan Pura Uluwatu. Semula Pantai Pandawa dikenal sebagai Secret Beach, karena lokasinya tersembunyi di balik deretan perbukitan batu yang hanya ditumbuhi semak-belukar. Secret Beach, menurut beberapa warga Desa Kutuh, sudah lama dikenal. Sayang akses yang cukup sulit menuju lokasi, membuat pantai ini sepi pengunjung. Meskipun ada, itu pun kebanyakan para peselancar asing dan domestik yang berkunjung. Untungnya, Pemkab Badung menyadari potensi wisata yang dimiliki pantai Pandawa. Alhasil kini akses menuju kesana semakin mudah untuk dilalui kendaraan.
Menurut Bli Ketut Jalan tersebut memang sengaja dibuat dengan membelah bukit-bukit kapur yang ada di Desa Kutuh, mirip bukit kapur yang dibelah di GWK. Mendekati pantai, tebing-tebing kapur tersebut dilubangi dan diukir dengan indah. Rencananya di tebing tersebut akan ditempatkan patung tokoh Pandawa Lima dalam Kisah Mahabharata yang terdiri dari Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Mata kita kembali dibuat terkagum saat memasuki area pantai Pandawa. Panorama begitu indah nan menawan. Pasir putih bersih dengan air laut yang hijau kebiruan, tipikal pantai-pantai di Kawasan Bukit. Suasana pantainya sepi dan tenang. Pantai ini sangat cocok untuk mandi atau berenang karena ombaknya pecah di tengah laut.
Jalan tersebut memang sengaja dibuat dengan membelah bukit-bukit kapur yang ada di Desa Kutuh, mirip bukit kapur yang dibelah di GWK. Mendekati pantai, tebing-tebing kapur tersebut dilubangi dan diukir dengan indah. Rencananya di tebing tersebut akan ditempatkan patung tokoh Pandawa Lima dalam Kisah Mahabharata yang terdiri dari Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Panorama begitu indah nan menawan. Pasir putih bersih dengan air laut yang hijau kebiruan, tipikal pantai-pantai di Kawasan Bukit. Suasana pantainya sepi dan tenang. Pantai ini sangat cocok untuk mandi atau berenang karena ombaknya pecah di tengah laut.
5.Kunjungan Hotel Sanur Paradise
     Jalan Hang Tuah 46, Sanur, Bali, Indonesia.Hotel ini termasuk hotel Chain karena mempunyai beberapa cabang dikota kota besar diIndosesia. Khususnya baru baru ini telah dibangun Aston baru di kota Jember. Namun demikian dari beberapa cabang Hotel,ada perbedaan fasilitas maupun pelayanan. Hal inilah yang menjadi dasar utama kelayakan Hotel layak dikatakan Hotel bintang 4.
Adapun yang menjadi pertimbangan mengapa hotel terbagi menjadi beberapa Bintang :
1.Dari segi Fasilitas
2.Dari bentuk pelayanan
3.karena layak dalam penilaian hotel berbintang
Sanur tidak akan pernah bosan dikunjungi baik oleh wisatawan dalam dan luar negeri. Lokasinya memudahkan akses ke berbagai tempat wisata di Bali. Kawasan wisata Sanur telah lama berkembang menjadi tujuan liburan di Bali dan berada di bagian selatan pulau kecil ini. Salah satu hotel berbintang empat di Bali yang berada di kawasan ini adalah Sanur Paradise Plaza Hotel. Termasuk anggota dari Prime Plaza Hotel salah satu jaringan hotel di Indonesia.

Sanur Paradise Plaza Hotel terletak pada tempat yang strategis di bagian utara Sanur, tepatnya di Jalan Hang Tuah Sanur. Untuk sampai ke pantai diperlukan hanya beberapa menit berjalan kaki. Sedangkan dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali kurang lebih 25 perjalanan, ke Denpasar 10 menit dan ke Kuta 35 menit. Hotel ini juga memudahkan wisatawan untuk berkeliling Sanur mengunjungi atraksi wisata yang ada termasuk untuk berbelanja atau menikmati aneka hidangan makanan yang disajikan oleh beberapa restoran di Jalan Danau Tamblingan.

Selain sebagai akomodasi untuk wisatawan plesir, Sanur Paradise Plaza Hotel adalah tempat yang ideal untuk mengadakan berbagai acara resmi seperti konferensi dan acara pernikahan. Sementara Anda sedang bertemu dengan rekan bisnis pasangan atau keluarga Anda bisa menikmati fasilitas lain seperti berenang atau jalan - jalan ke pantai. Ruangan konferensi yang besar bisa menampung banyak peserta hingga 1200 orang. Terdapat juga 13 ruang pertemuan berukuran kecil khusus untuk rapat dengan maksimal 50 orang per ruangan.

Setelah seharian beraktifitas luangkan waktu Anda untuk merasakan pijatan profesional yang diberikan oleh para pegawai spa di Sanur Paradise Plaza Hotel. Di kompleks spa terdapat juga sauna dan Jacuzzi untuk mendapatkan kembali kesegaran tubuh Anda. Sedangkan bagi yang suka berolah raga, hotel ini memiliki ruang kebugaran yang luas dilengkapi dengan peralatan moderen.

Untuk keperluan akomodasi, Sanur Paradise Plaza Hotel mempunyai 329 kamar tidur yang terbagi menjadi beberapa kategori antara lain superior room, pool view, superior balcony, deluxe courtyard, club room, club pool room, club deluxe room, executive suite dan courtyard suite. Fasilitas yang terdapat di setiap kamar seperti penyejuk ruangan, televisi siaran dalam dan luar negeri, telephone, kulkas kecil, kotak pengaman barang berharga, alat penyeduh kopi dan teh, kamar mandi yang dilengkapi dengan air panas dan dingin.

Fasilitas dan Pelayanan Hotel
• Kolam renang
• Layanan kamar 24 jam
• Layanan laundry
• Area parkir kendaraan
• Penjaga keamanan
• Restoran dan bar
• Spa dan pijat
• Koneksi internet
• Ruangan konferensi dan pertemuan
• Ruangan bisnis
• Fitness center
• Sauna dan Jacuzzi
• Tempat penukaran mata uang asing.
6.Kunjungan Hotel Besakih
     Jl. Danau Tamblingan No. 45, Sanur. P.O. Box 3306, Denpasar - 80228 Bali – Indonesia.
bangunan Hotel yang dibentuk menyerupai Vila ini sangat cocok untuk tamu tamu yang sedang berlibur,factor lain karena letaknya yang strategis dan mempunyai keindahan pantai sendiri,fasilitas itulah yang mebuat Hotel ini sangat diminati wisatawan lokal dan terutama wisatawan asing.
Hotel ini merupakan Hotel resort.


7.Kunjungan Travel Astina
            PT. Puri Astina Putra (Astina Tours & Travel) terletak di Jl. Prof. Mohamad Yamin 1A, Renon, Denpasar, Bali, Indonesia.
selain kami belajar dan memperluas tentang bidang perhotelan yang merupakan salah satu akomodasi utama dalam industry pariwisata,kami juga mengunjungi salah satu Tour and Travel yang cukup terkenal di Bali.
disana kami melakukan Tanya jawab langsung dengan karyawan di Travel tsb. Alhasil pengetahuan kami cukup matang dalam seluk beluk menjalankan usaha/agen tour and Travel.

8.kunjungan pantai sanur
Pantai Sanur merupakan salah satu pantai di Pulau Bali yang menarik untuk dikunjungi. Keindahan panorama alamnya membuat Pantai Sanur terkenal bahkan sejak jaman dahulu. Dalam sejarah Bali kuno, Pantai Sanur telah dikenal sebagai pantai yang indah, hal itu nampak dalam Prasasti Raja Kasari Warmadewa, seorang raja yang berkeraton di Singhadwala pada tahun 917 M. Sekarang, prasasti tersebut terdapat di daerah Blanjong, bagian selatan Pantai Sanur.
Pada masa kolonial Belanda, Pantai Sanur terkenal sebagai lokasi pendaratan bala tentara Belanda ketika akan menyerang Kerajaan Badung yang dianggap membangkang pada pemerintah kolonial. Perang yang terjadi pada tanggal 18 November 1906 itu kemudian dikenal sebagai Puputan Badung, yaitu semangat perang sampai mati yang dipraktekkan oleh Raja Badung dan pengikut-pengikutnya.  
Dari segi pariwisata, Pantai Sanur mulai dikenalkan ke dunia internasional oleh A. J. Le Mayeur, seorang pelukis dari Belgia yang datang ke Bali pada tahun 1932. Melihat daya tarik Pantai Sanur yang sangat indah, maka Le Mayeur memutuskan untuk menetap di Sanur dengan mendirikan sanggar melukis. Le Mayeur kemudian menikah dengan gadis Bali bernama Ni Nyoman Pollok, seorang penari Legong yang terkenal dan merupakan salah satu model lukisannya. Melalui lukisan Le Mayeur, Pantai Sanur mulai dikenal oleh dunia internasional. Saat ini, sanggar lukis tersebut telah menjadi Museum Le Mayeur dan dapat dikunjungi oleh publik. Museum Le Mayeur berada dalam area wisata Pantai Sanur.
Berbeda dengan Pantai Kuta yang menyajikan keindahan matahari terbenam (sunset), Pantai Sanur terkenal karena keindahan panorama mentari terbitnya (sunrise). Topografinya yang melengkung dengan hamparan pasir putih yang membentang membentuk gugusan pantai yang elok. Di pagi hari, sembari menikmati detik-detik terbitnya mentari yang mempesona, wisatawan dapat menyaksikan gugusan pulau Nusa Penida di sebelah tenggara serta panorama pantai selatan Pulau Bali.
Pemandangan di sore hari juga tak kalah menarik. Surutnya air laut memperjelas pandangan mata pada gugusan Pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di sebelah selatan Pantai Sanur. Tak hanya itu, jika gelombang air laut tidak begitu besar, wisatawan dapat menyaksikan keindahan batu karang yang membentang berwarna-warni.
Pantai Sanur terletak di Desa Sanur, Kecamatan Denpasar, Kota Denpasar, Provinsi Bali. 
Pantai Sanur berjarak sekitar 6 km dari pusat kota Denpasar dan dapat dicapai dengan kendaraan pribadi seperti mobil atau sepeda motor. Jika ingin menggunakan kendaran umum (bemo), wisatawan tak perlu khawatir karena kendaraan umum sangat ramai mondar-mandir antara Sanur-Denpasar.
Kawasan Sanur merupakan kawasan pengembangan wisata pertama di Bali, ditandai dengan hadirnya hotel-hotel berbintang serta berbagai macam restoran. Oleh sebab itu, wisatawan tak perlu khawatir jika membutuhkan penginapan atau warung makan di sekitar pantai ini. Selain itu, kawasan wisata Pantai Sanur juga menyediakan kios-kios suvenir yang menjual berbagai barang kesenian serta oleh-oleh khas pantai.

9.Kunjungan Bedugul
            objek wisata Bedugul terletak di desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti kabupaten tabanan kurang lebih jaraknya 45 km dari pusat kota kabupaten dan Jaraknya dari kota Denpasar sekitar 50 km ke arah utara mengikuti jalan raya Pura tersebut berada di tepi danau Beratam , nama pura Unlun danau diambil dari kata danau.




















KESIMPULAN

            Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami,terutama pada saat visit Hotel,mengajarkan kami semakin tau kenyataan dunia kerja di Hotel dan fasilitas standart hotel internasional.
pertanyaan yang selama ini masih ada benak kamipun akhirnya bisa terpecah. Materi yang diajarkan dikampus membuat kami semakin percaya diri dengan adanya hotel visit tsb.
Kesannya pun cukup baik,banyak manfaat yang kami dapat selain lebih mengakrabkan diri dengan teman teman D3 Perhotelan,kami juga menjalin persahabatan dengan Teman teman di STP Nusa Dua Bali. Kami melakukan study Banding,dimana Sekolah Tinggi Pariwisata sekarang mulai banyak diminati,terutama dalam industry perhotelan.
mengingat kebutuhan dalam dunia pariwisata saat ini,lebih dari seorang karyawan yang bekerja dalam dunia praktek,namun seorang pemikir/akademis handal. Dunia Pariwisata saat ini masih sangat kurang dalam bidang penelitian dan perencanaan. Pariwisata saat ini hanya dilihat sebagai bidang vokasi sebagai pariwisata di Indonesia tidak berkembang sepesat negara negara tetangga seperti Malaysia,Singapura,dan Thailand. Padahal seperti yang kami tau,Indonesia memiliki  modal yang luar biasa dalam bidang ini,namun sayang sekali para pemegang kepentingan masih belum banyak memahami hal ini.
Pariwisata adalah penghasil devisa terbesar ketiga dan tentunya tidak seperti migas yang akan habis suatu saat,pariwisata memiliki sumber daya yang tidak akan habis jika dikelola dengan perinsip budaya dan ekowisata tentunya.
Hal ini mendorong kami berfikir bahwa suatu hari nanti pariwisata akan menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dan itu menjadi tugas kami sebagai Insan Pariwisata.
Dengan adanya study Banding ini kami semakin termotivasi untuk lebih seruis dalam belajar dan totalitas di bidang perhotelan mengingat semakin ketatnya persaingan didunia kerja bidang Pariwisata khususnya perhotelan.

Penutup
            Demikian hasil laporam kami selama kegiatan visit Hotel yang merupakan kegiatan Mahasiswa D3 Perhotelan tahun ke dua.
laporan ini saya buat sesuai dari beberapa sumber dan pengalaman langsung dilapangan.
kurang lebihnya saya Mohon Maaf,kritik dan saran yang membangun sangat berguna bagi saya sebagai penyusun.
            Akhir kata saya ucapkan terimakasih.